Rabu, 02 Desember 2009

tentang budaya batak..

SEJARAH BATAK

Versi sejarah mengatakan si Raja Batak dan rombongannya datang dari Thailand, terus ke Semenanjung Malaysia lalu menyeberang ke Sumatera dan menghuni Sianjur Mula Mula, lebih kurang 8 Km arah Barat Pangururan, pinggiran Danau Toba sekarang.Versi lain mengatakan, dari India melalui Barus atau dari Alas Gayo berkelana ke Selatan hingga bermukim di pinggir Danau Toba.Diperkirakan si Raja Batak hidup sekitar tahun 1200 (awal abad ke-13). Raja Sisingamangaraja XII salah satu keturunan si Raja Batak yang merupakan generasi ke-19 (wafat 1907), maka anaknya bernama si Raja Buntal adalah generasi ke-20. Batu bertulis (prasasti) di Portibi bertahun 1208 yang dibaca Prof. Nilakantisasri (Guru Besar Purbakala dari Madras, India) menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan COLA dari India menyerang SRIWIJAYA yang menyebabkan bermukimnya 1.500 orang TAMIL di Barus. Pada tahun 1275 MOJOPAHIT menyerang Sriwijaya, hingga menguasai daerah Pane, Haru, Padang Lawas. Sekitar rahun 1.400 kerajaan NAKUR berkuasa di sebelah timur Danau Toba, Tanah Karo dan sebagian Aceh.Dengan memperhatikan tahun tahun dan kejadian di atas diperkirakan : si Raja Batak adalah seorang aktivis kerajaan dari Timur danau Toba (Simalungun sekarang), dari Selatan danau Toba (Portibi) atau dari Barat danau Toba (Barus) yang mengungsi ke pedalaman, akibat terjadi konflik dengan orang orang Tamil di Barus. Akibat serangan Mojopahit ke Sriwijaya, si Raja Batak yang ketika itu pejabat Sriwijaya yang ditempatkan di Portibi, Padang Lawas dan sebelah timur Danau Toba (Simalungun)Sebutan Raja kepada si Raja Batak diberikan oleh keturunannya karena penghormatan, bukan karena rakyat menghamba kepadanya. Demikian halnya keturunan si Raja Batak seperti Si Raja Lontung, Si Raja Borbor, Si Raja Oloan dsb, meskipun tidak memiliki wilayah kerajaan dan rakyat yang diperintah.

Selanjutnya menurut buku TAROMBO BORBOR MARSADA anak si Raja Batak ada 3 (tiga) orang yaitu :
- GURU TETEABULAN
- RAJA ISUMBAON dan
- TOGA LAUT.

Dari ketiga orang inilah dipercaya terbentuknya Marga Marga Batak. Sumber : disarikan dari buku "LELUHUR MARGA MARGA BATAK, DALAM SEJARAH SILSILAH DAN LEGENDA" cet. ke-2 (1997) oleh Drs Richard Sinaga, Penerbit Dian Utama, Jakarta.

MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah (patrilineal) Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang Batak merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki laki yang meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini, dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu. Menurut buku "Leluhur Marga Marga Batak", jumlah seluruh Marga Batak sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.

TAROMBO adalah silsilah, asal usul menurut garis keturunan ayah. Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui apakah mereka saling"mardongan sabutuha" (semarga) dengan panggilan "ampara" atau"marhula- hula" dengan panggilan "lae/tulang". Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah ia harus memanggil "Namboru" (adik perempuan ayah/bibi), "Amangboru/Makela",(suami dari adik ayah/Om)"Bapatua/Amanganggi/Amanguda" (abang/adik ayah), "Ito/boto"(kakak/ adik), PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang dapat kita jadikan istri, dst

ADAT dalam Acara Meninggal Dunia

HoRaS HaBaTaKoN !


Adat dalam cara Meninggal Dunia

ADAT UNTUK WARGA YANG MENINGGAL DUNIA
Oleh : Tumpal Siahaan

Kalau kita berbicara tentang kematian, secara tidak langsung itulah yang ditunggu-tunggu manusia yang sadar bahwa tanpa kematian tidak ada proses pada kehidupan yang kekal dan abadi. Kematian itu adalah proses alami yang harus berlaku bagi setiap manusia yang beragama (menurut kepercayaan), dan khususnya Dalihan Natolu, mempunyai arti tersendiri sehingga tidak lepas dari bagian Adat dan Budaya Batak.
Dalam hal ini kita dapat mengamati pada acara dan Upacara yang berlaku di masyarakat Dalihan Natolu khususnya di Jabotabek dalam segala usia dan menurut kebiasaan yang dilakukan. Oleh karena itu perlu kita ajukan suatu acuan pedoman yang diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi masyarakat Dalihan Natolu dalam pelaksanaan Adat kematian dimasa mendatang.
Kita dapat membedakan Adat Kematian dalam masyarakat Dalihan Natolu berdasarkan agama (dapat dijelaskan secara singkat).
Macam atau Ragam Adat bagi warga yang meninggal dunia
TILAHA : Kematian bagi warga Dalihan Natolu berkeluarga yang biasa disebut NAPOSO dalam hal ini perlakuan.
PONGGOL ULU (SUAMI) : Kematian yang diakibatkan si suami lebih dahulu meninggal dunia daripada si istri, dalam hal ini usia muda dan belum punya cucu atau belum punya keturunan.
MATOMPAS TATARING (ISTRI) : Kematian yang diakibatkan si istri lebih dahulu meninggal daripada si suami, dalam hal ini usia muda dan belum punya cucu atau belum punya keturunan.
SAUR MATUA : Kematian yang diakibatkan meninggalnya salah satu dari suami/istri yang sudah mempunyai cucu dan semua anak-anaknya sudah berkeluarga.
MATUA BULUNG : Kematian yang diakibatkan meninggalnya salah satu dari suami/istri yang telah mempunyai cucu bahkan sudah mempunyai cicit atau disebut Nini/Nono dengan lanjut usia.
Nini : Disebut keturunan dari anak laki-laki
Nono : Disebut keturunan dari anak perempuan
Bagaimanakah hubungannya kematian tersebut dengan Adat Dalihan Natolu, dalam hal ini lebih dahulu kita harus mengetahui yang meninggal termasuk golongan mana dari Ragam kematian tersebut diatas untuk menempatkan Adat juga hubungannya dengan Ulos.
Dalihan Natolu mempunyai 3 hal yang berhubungan dengan Ulos
Pemberian ULOS SAPUT
Ulos ini diberikan kepada yang meninggal dunia sebagai tanda perpisahan. Siapakah yang berhak memberikan SAPUT tersebut, dalam hal ini perlu kita mempunyai satu persepsi untuk masa yang akan datang karena hal ini banyak berbeda pendapat menurut lingkungannya masing-masing, misalnya HULA-HULA/TULANG.
Pemberian ULOS TUJUNG
Dalam hal ini semua dapat menyetujui dari pihak HULA-HULA
Pemberian ULOS HOLONG
Dari semua pihak Hula-hula, Tulang Rerobot bahkan Bona ni Ari termasuk dari Hula-hula ni Anak Manjae/Hula-hula ni na Marhaha Maranggi, berhak memberikan kepada Keluarga yang meninggal.
Bagaimanakah hubungannya dengan Adat Dalihan Natolu diluar Ulos tersebut yang mempunyai harga diri (dalam Pesta Adat). Dalam hal ini terjadilah beberapa pelaksanaan setelah adanya Musyawarah atau lazim disebut RIA RAJA oleh beberapa Dalian Natolu disebut Boanna. Boan ini (yang dipotong pada hari Hnya) terdiri dari beberapa macam :
Misalnya :
Babi/Kambing, disebut Siparmiak-miak
Sapi, disebut Lombu Sitio-tio
Kerbau, disebut Gajah Toba
Sesuai dengan Adat Dalihan Natolu tingkatan daripada Boan tersebut disesuaikan dengan Parjambaron.
Fungsi Dalihan Natolu menggunakan istilah Adat :
Pangarapotan : Adalah suatu penghormatan kepada yang meninggal yang mempunyai gelar Sari Matua dan lain-lain sebelum acara besarnya dan penguburannya atau dihalaman (bilamana memungkinkan). Dalam hal ini suhut dapat meminta tumpak (bantuan) secara resmi dari family yang tergabung dalam Dalihan Natolu disebut Tumpak di Alaman.
Partuatna : hari yang dianggap menyelesaikan Adat kepada seluruh halayat Dalihan Natolu yang mempunyai hubunngan berdasarkan adat. Pada waktu pelaksanaan ini pulu Suhut akan memberikan Piso-piso/stuak Natonggi kepada kelompok Hula-hula/Tulang yang mana memberikan Ulos tersebut diatas kepada yang meninggal dan keluarga dan pemberian uang ini oleh keluarga tanda kasihnya.. Juga pada waktu bersamaan ini pula dibagikan jambar-jambar sesuai dengan fungsinya masing-masing dengan azas musyawarah sebelumnya, setelah itu dilaksanakanlah upacara adat mandokon hata dari masing-masing pihak sesuai dengan urutan-urutan secara tertulis. Setelah selesai, bagi orang Kristen diserahkan kepada Gereja (Huria) untuk seterusnya dikuburkan.
Sumber : Milis Generasi Batak, diposting oleh : Moderator [genbatak@yahoo.ca] pada hari Rabu, 13 Maret 2002

Alat-alat Rumah Tangga Yang Dipakai oleh Nenek Moyang Kita Dahulukala

* Panutuan dan Tutu adalah alat untuk menggiling bumbu dapur. Panutuan dan Tutu terbuat dari batu atau kayu. Panutuan adalah wadah tempat bumbu akan digiling, sedangkan Tutu adalah batu atau kayu penggiling bumbu itu. Tutu ini dinamai juga Papene.


* Papene adalah Sapa kecil tanpa kaki. Besarnya sekitar ± 30-40 cm. Biasanya Papene ini digunakan pada kesempatan sehari-hari.

* Hansung atau Hiong adalah bejana untuk mengambil air dari sumber air(sumur, pancuran atau sungai) dan sekaligus tempat penyimpanannya. Hansung atau Hiong adalah tabung besar yang terbuat dari bambu besar dengan ruas buku yang panjang. Kadang-kadang kulit luarnya dibuang, tetapi kadang-kadang tidak. Kulit yang tidak dibuang sering dihiasi dengan tulisan atau ukiran mitis. Selain untuk menampung dan menyimpan air, Hansung atau Hiong digunakan juga untuk menampung air aren yang dikenal dengan tuak. Di tanah Karo bejana ini disebut Kitang.

* Ompon ialah sejenis karung berbentuk silinder. Ompon terbuat dari kulit kayu atau dari
diayam dari Baion atau pandan. Besarnya dan volumenya tidak tentu. Ada ompon yang bisa menampung padi sebanyak 20-30 porsanan atau panuhukan. Porsanan atau Panuhukan adalah ukuran umum sebanyak orang bisa memikul. “porsan” atau “tuhuk” berarti pikul.
* Hudon Tano atau Susuban Tano adalah bejana yang terbuat dari tanah liat. Pada zaman dahulu bejana ini dipakai serba guna, misalnya: tempat penyimpanan air, tempat memasak makanan dan air minum.


* Hobon atau Tambarang mengacu pada barang yang sama, yakni sejenis tong yang terbuat dari kulit kayu yang amat besar. Hobon atau Tambarang ini dipakai untuk tempat menyimpan padi. Bila Hobon atau Tambarang ini berdiri akan tampak seperti drum yang besar.


* Sapa Bolon, atau biasa disebut sapa saja, ialah piring yang terbuat dari kayu. Biasanya sapa itu berdiameter ± 30-40 cm; tinggi ± 20-30 cm. Biasanya piring ini digunakan ketika satu keluarga makan hasil panen pertama atau makan Dengke na hinongkoman (ikan pelindung) untuk menolak penyakit menular. Nama ikan itu adalah Porapora. Jumlah ikan itu mesti sebanyak jumlah anggota keluarga yang makan, yang ditaruh pada sapa.


* Poting. Poting atau gunci terbuat dari tanah liat dan tutupnya terbuar dari kayu. Barang ini dipakai sebagai tempat tuak.



* Losung adalah lumpang, yakni perkakas untuk menumbuk padi untuk memperoleh beras. Losung dapat terbuat dari batu atau kayu. Biasanya bentuknya seperti bidang trapesium yang terbalik. Pada permukaan atas terdapat lubang besar ke dalamnya dimasukkan barang yang hendak ditumbuk. Ada dua ukuran lumpang, besar dan kecil. Lumpang besar digunakan untuk menumbuk padi, sedangkan yang kecil dipakai untuk menumbuk padi dalam jumlah sedikit atau pun untuk menggiling bumbu. Andalu adalah alat pasangan untuk menumbuk padi pada lumpang itu. Andalu adalah tongkat kayu sebesar genggaman tangan dengan panjang ± 150-200 cm. Dengan pergesekan Andalu dan padi, kulit padi menjadi terkelupas dan menghasilkan beras.


*Geanggeang termasuk perkakas dapur tempat penyimpanan lauk yang sudah dimasak. Bentuknya seperti keranjang yang dianyam dari rotan besar. Geanggeang ini tergantung setinggi ibu rumah tangga pemilik Jabu Bona pada Ruma Batak. Perkakas itu terikat pada atap rumah. Disebut Geanggeang karena perkakas ini tergantung dan mudah bergoyang. Di tempat inilah disimpan lauk yang sudah dimasak sehingga tidak mudah digapai anak-anak, kucing atau tikus. (gambar geanggeang1.JPG dan geanggeang2.JPG).

* Ampang adalah sejenis bakul yang terbuat dari anyaman rotan yang dibelah dan dihaluskan. Bagian bibir Ampang berbentuk bundar yang dibuat dari rotan bulat. Tetapi bagian dasar mendapat bentuk bidang bujursangkar. Ampang ini diperkuat oleh empat rangka dari sudut bujursangkar pada bagian dasar yang menopang bibir Ampang yang berbentuk bundar. Ampang digunakan sebagai alat pengukur isi untuk padi.


* Parutan. Parutan yang terbuat dari kayu dan sebatang besi. Fungsinya ialah untuk memarut kelapa.



* Keranjang. terbuat dari rotan.
Fungsinya antara lain sebagai tempat pakaian

Rabu, 14 Oktober 2009

tentang sengketa kehadiran miyabi

g dh ga kepikiran utk ngeblog lg..tapi kejadian di berita dh ngebuat g berinisiatif knp ga g tumpahkan kekesalan g lewat blog g sendiri?? damn gila g goblok bgt ga berpikir seperti ini dari dulu..

oke,,let's get started..

first of all,,g jujur aj masi penasaran bgt sama para oknum tertentu yg menentang kehadiran seorang sosok miyabi ke rancah perfilman indonesia..alasan mereka tuh bnyk yg macem2..bawa2 agama lah..padahal jelas2 kalo mereka baca script ttg film ini dan mereka "benar-benar" pintar maka mereka tidak akan berkesimpulan seperti itu..mereka membawa massa ga nanggung2,,sampe satu kabupaten kali tuh..dan dari berbagai kota..mereka ga sadar telah membuat malu diri mereka sendiri akibat ulah oknum2 tertentu yg berpikiran sempit..


g disini bukan mau mengkritik ga jelas tanpa memberitahu sebabnya,,tp g ngerasa bnyk bgt yg harus g utarakan kepada mereka..tp g bingung utk memperhalus kalimatnya..g bisa aj nulis.."bangsat lo anjing semena2 sok tau main protes kayak babi ga pake otak,dll" (maaf) tp itu justru akan memperlebar masalah tanpa jelas akhirnya..


tambah lg menteri pemberdayaan perempuan ngedukung..dia itu kan menteri,dia mengutarakan itu tidak pada tempatny menurut g..miyabi itu kan bintang film porno di luar negeri,,TP BKN DI INDONESIA!! g harap kalimat barusan dapat di camkan dengan baik..mungkin dia berkata bijak,ato mungkin karna takut mendukung kehadiran miyabi di indo secara ada itu lohh...:D

menurut g hal kontroversial seperti ini justru yg membuat kejadian ini berbahaya bagi kaum muda penerus kita...liat aj di berita banyak pedagang film porno yg ketauan menjual DVD miyabi secara blak2an dan ada yg ketauan memperbanyak pula..mereka itu pedagang yg mengikuti permintaan pasar,,jd bisa ditarik kesimpulan bahwa jadi semakin bnyk ank2 muda yg mencari tau keberadaan miyabi dari luar..kalo mereka cari lewat inet yg katanya pemerintah udah ngeblok situs2 porno,bla..bla..masukan buat pemerintah : ga ngaruh coy..situs seperti itu telah berkembang biak seperti aliran air..sangat cepat..sedangkan yg diblok itu per situs..para pembuat situs tinggal backup trus desain web baru..slse..ga perlu tampilan wah,,yg penting isiny lengkap..nah loh mau ngomong apa pemerintah...

trus gini,,secara ga sadar media juga ikut berpengaruh..bknnya menyalahkan tp hanya memberi kritik..sebagai media memang bagus utk mengupdate semua berita sekecil apapun penting..emang yg diincer pencari berita tuh kan "baru" nya duluan..setelah itu disusul dengan "kualitas" berita..UU yg mengatur media sekarng memberikan kebebasan yg sangat luas bagi pers utk mengemukakan hasil "tangkapan" nya..knp ga disiarin tuh malem2?? sama seperti iklan2 rokok,kondom,dll..jd yg menonton hanya kalangan tertentu..kalo gini siapa yg tanggung jawab coba?? dikembalikan ke ortu?? ortu tuh hanya bisa mengawasi ank di rumah,,di sekolah guru..di luar?? ga ada yg bisa jamin..

liat sisi positif kehadiran miyabi..

coba kalo kita berpikir "wah miyabi dateng,,asekk orang2 pasti jd makin kenal dh sama indonesia.." kalo gitu kan lebih enak..g punya temen yg ortu nya kerja di kedutaan..mereka rata2 merasa miris krn tidak bnyk orang awam yg tau indonesia..mereka paling tau bali..itu saja..

kalo kalangan teroris mungkin tau..(maaf,intermezzo)


g nulis ini krn otak g dh agak semplak jd mungkin agak tidak rapi bahasa dan tata urutannya..mohon dimaafkan para pembaca..

oh ya,,buat yg melarang,,emang ada UU yg melarang mereka dtg ke sini?? ga ada kan?? secara moral,,orang pasti juga ga akan komentar apa2..toh dia main bukan di film porno di indonesia..
serba bertentangan ya,,di satu sisi juga bknnya hal itu mengikat kreativitas para seniman dalam berkarya??

udah ah capek ngomonginnya..yg penting sedikit dari pemikiran saya telah dapat saya sampaikan disini..

maaf kalo ada pembaca yg tersinggung..no SARA..just opinion..

Minggu, 02 Agustus 2009

kangen..

ga terasa dah lama ga nulis disini..dari mulai sibuk sampe bener2 lupa punya blog.hehe..

ga terasa pula bntar lg dh mau UAS semester 2. semoga menjadi awal yg baik untuk menempuh semster 3..

GOD please..make my life useful for everyone...

Rabu, 10 Juni 2009

STAN buka pendaftarannn!!!!!!!

untuk pengumuman lebih lengkap liat di sini..

http://www.stan.ac.id/media/konten/2009/06/pengumuman-usm-reguler-2009-20102.pdf

STAN buka pendaftarannn!!!!!!!

Minggu, 31 Mei 2009

.....

iseng ah kangen juga dh lama ga ngetik disini..sori blog but i have no time for y.. maybe later ya...hope tomorrow it'll be started again..

Rabu, 06 Mei 2009

bisnis ecerann...

oh jadi begini toh yg namany pay per click?? mayan juga dh receh2 gitu kalo dikumpulin..


iseng2 berhadiah coy..

oh ya kalo ada yg berminat klik link ini aj..

http://trafficnowfire.com/aff.php?r=appraiser08

trus registrasi..enaklah apalagi buat yg punya koneksi internet pribadi..

itu jd kayak situs vote gitu..tiap link yg lo klik ntar dapet poin,,nahh ntar kalo udah dapet batas min.poinnya bisa di trade jadi duitt...enakny ini ga kayak PTC lainny..kita ga harus nunggu dulu berapa detik (rata2 30 detik) supaya bisa dapet duitny,,tp kita bisa begitu buka,,kita hanya perlu tunggu sampe kebuka trus kita bisa klik link yg lain..

g juga masih agak kurang paham gmana pencairanny krn secara g masi baru dalam hal beginian..tp ga ada salahny kan dicoba toh gratissss...iya ga???